Tersangka Pemerkosaan Bertambah

Selasa, 03 Apr 2018, 10:02:48 WIB - 145 View
Share
Tersangka Pemerkosaan Bertambah

Tersangka kasus pemerkosaan bocah di bawah umur di Kecamatan Jatinom bertambah. Polres Klaten kembali menetapkan satu tersangka setelah menetapkan enam tersangka. 

Kapolres Klaten AKBP Faizal mengemukakan, satu tersangka yang ditetapkan tidak ditahan seperti enam tersangka lainnya karena masih di bawah umur. “Tersangka sekarang menjadi tujuh, enam yang sudah ditahan dan satu kami tidak tahan karena di bawah 15 tahun. Memang sesuai aturan tidak bisa ditahan,” ujar Faizal, kemarin. Meski tidak ditahan, tersangka tetap dikenakan wajib lapor ke Polres Klaten. 

Proses hukum pun tetap sama dengan enam tersangka lainnya. Rencananya setelah pemeriksaan selesai, kasus akan dilimpahkan ke Polda Jawa Tengah (Jateng) pekan depan. “Prosesnya tetap. Insya Allah, Senin depan kami limpahkan. Pendamping sudah kami siapkan. Mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi,” katanya. 

Kaitannya dengan kekerasan seksual pada anak-anak, Divisi Pencegahan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Klaten Erry Pratama Putra menuturkan, pihaknya menggandeng sejumlah pihak agar bersamasama mencegah kekerasan pada anak. Di tingkat desa ada Forum Anak dan di sekolah dibentuk Pendidik Sebaya. 

Sedikitnya sudah ada 13 desa rintisan Forum Anak dan 36 sekolah SD, SMP, dan SMA yang memiliki Pendidik Sebaya. Erry menjelaskan, pencegahan oleh Forum Anak dan Pendidik Sebaya menggandeng anak-anak usia pelajar. Diharapkan Forum Anak dan Pendidik Sebaya menjadi ring pertama bagi anak-anak mengungkapkan masalah yang sedang terjadi. 

“Karena anak-anak lebih nyaman berkomunikasi dengan rekannya. Maka pendidik sebaya ini punya pengetahuan tentang anak, paham kode etik. Supaya korban maupun pelaku tidak merasa terhakimi karena dia bukan aparat yang mencari persoalan,” kata Erry. Selain itu, Erry menegaskan, kekerasan pada anak salah satunya dipicu pola asuh di keluarga. Jika pola asuh orang tua dan anak tidak terbangun, anak rentan tersandung kasus kekerasan, baik korban maupun pelaku. 

Orang tua pun dituntut paham betul dengan pola asuh agar tumbuh kembang anak terpantau dan tidak terpengaruh hal negatif. Terpisah, kasus pemerkosaan anak di bawah umur di Kecamatan Jatinom mendapat perhatian mahasiswa STIKES Dutagama Klaten. Aksi damai dilakukan di Monumen Tenun perempatan RSUP dr Soeradji Tirtonegoro, Kamis malam (19/5). 

Aksi yang digelar dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional mengangkat isu kekerasan seksual pada anak di bawah umur. Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKES Dutagama Klaten Muh Nur Fatah H mengatakan, pihaknya mengutuk keras tindak kekerasan kepada anak-anak. 

Menurutnya, momen Kebangkitan Nasional menjadi introspeksi dan refleksi masyarakat untuk membangkitkan nilai moral bangsa Indonesia. “Akhir-akhir ini kasus kekerasan pada anak mencuat di mana-mana. Hal ini tidak sesuai dengan nilai moral bangsa dan upaya perlindungan kepada anak-anak sebagai generasi bangsa. Jadi, sudah sepatutnya semua pihak mengevaluasi dan bersatu mencegah munculnya kasus serupa,” katanya.
 

Tersangka Pemerkosaan Bertambah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Duta Gama Klaten merupakan salah satu Perguruan Tinggi swasta yang terletak diantara kota surakarta dan yogyakarta, dibawah naungan Yayasan Mitra Insnai Klaten. Kampus ini telah beridiri sejak 5 September 2005 dengan Nomor SK PT 125DO2005 dan Tanggal SK PT 5 September 2005 , Sekolah Tinggi ini beralamat di Jl. Solo – Jogja KM.5 Ngaran, Mlese, Ceper, Klaten, kabupaten/kota Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kode Post : 57465, Nomor Telp : 0272-332362, Fax : 0272-332363, Email : dutagama_klaten@yahoo.com
Tersangka Pemerkosaan Bertambah© 2018 EJP Media Follow Tersangka Pemerkosaan Bertambah : Facebook Twitter Linked Youtube